HEECHUL IN NETWORK

Posted: March 12, 2011 in Uncategorized

Heechul in Network  [Part 1]

-Author POV-

Dengan cepat Heechul meninggalkan panggung dengan terburu buru (seperti biasa). Karena member lain masih sibuk melambai-lambaikan tangannya kepada para fans, tak ada yang terlalu menyadari kepergiannya. Setelah itu ia menyelinap masuk ke ruang ganti pribadinya, dia memang sengaja meminta ruang ganti pribadi (dengan sedikit memaksa). Dia membuka sebuah laptop berwarna putih dengan layar yang bercahaya. Di monitornya terlihat tulisan yang berkedap-kedip, yang tertulis ‘OVER LOAD’. Dengan agak panik, dia meng-close tulisan itu. Beberapa saat kemudian, cahaya dari laptop itu membesar memenuhi ruangan. Saat cahaya itu mulai hilang sedikit demi sedikit, sosok Heechul berubah menjadi seorang cewek cantik, dan manis. Cewek itu menyebut dirinya Heenim, dan tak ada satu pun member Super Junior yang mengetahui identitasnya. Heenim hanya menyebut dirinya teman dekat Heechul, dan mengatakan hal seadanya jika ditanyai kabar Heechul. Heenim sendiri tidak lain pacar dari Siwon. Sampai saat ini, Heenim selalu memiliki beribu alasan jika diminta Siwon menonton konsernya. Meskipun kecewa, Siwon menerima semua alasan Heenim. Dan pada dasarnya saat itu, mereka sedang berdiri di panggung yang sama, namun sebagai Heechul. Kemudian, Heenim menutup kembali laptopnya, lalu duduk di pinggiran meja, sampai pintu ruangan itu di ketok seseorang. Heenim cukup terkejut dengan itu, namun teriakan orang itu mencairkan suasana hatinya yang sedang tegang, “Chuliee~ kau di dalam ?” teriak orang itu. “Ng, a-anu .. Heechul oppa, sudah keluar tadi, ke- kemana tadi dia bilang ya ?” kata Heenim berusaha bersikap biasa. “Ah, oh .. Heenim-ah kau di dalam ? Aku Eunhyuk”, jawab orang itu, “Iya, aku tau, tunggu sebentar oppa, aku akan keluar”. Heenim memasukan laptopnya ke dalam tas, dan dia sedikit merapihkan pakaian dan dandanannya. Dia memutar knop pintu, dan melihat sosok manis Eunhyuk. Dengan senyum nakal Eunhyuk menyapa Heenim, dan sedikit menyenggol lengannya sebagai salam, “Yo, Heenim-ah, kau ditunggu Siwon noh, cepat temui dia”. Heenim tersenyum mendengar kalimat Eunhyuk, dia segera berlari kecil ke tempat Siwon, sambil berteriak “Gomawo Oppa!”, Eunhyuk hanya balas melambai sambil tersenyum.

Heenim mencari sosok Siwon di tempat yang tadi di tunjuk Eunhyuk, dia celingak celinguk mencari Siwon. Tapi tanpa di sadarinya, ada lelaki mengikutinya sambil mengendap-endap mencurigakan. Heenim mulai gondok mencari Siwon, dan berdiri diam sambil bertolak pinggang dengan mata yang tetap awas. Namun, lelaki tadi tetap luput dari pandangannya, hingga akhirnya dia mendekap lembut Heenim dari belakang. “Yeoja-ku~” sapanya mesra. Heenim terkejut dan merasa merinding, dia berusaha membalikan badan, tapi dekapan orang itu terasa lebih kuat. Dengan tampang pasrah dan sedikit malu malu, Heenim memanggil lelaki itu dengan nada manja, “Siwon oppa ..”. Siwon mengernyitkan alis dengan panggilan standar Heenim, “Ulangi lagi, kalau tidak aku tak mau melepaskan pelukanku ..” kata Siwon iseng sambil tersenyum. Heenim yang merasa sedang jadi pusat perhatian atas posenya dengan Siwon, mulai membuka bibir tipisnya perlahan, “a-aa .. Anu .. N-na-namja-ku ..”, Siwon membuka senyum manisnya, dan bukannya melepas pelukannya, malah menambahnya menjadi semakin erat, “Saranghaeyo, Yeoja-ku ..” ucap Siwon.

Heenim spontan kaget, “Hahaha, ha ?” tawanya garing. Siwon hanya tersenyum lembut melihat tingkah Heenim yang kikuk seperti biasa. “Mau makan siang ?” ajak Siwon sambil perlahan melepas pelukannya. Dengan polos dan senyum manis yang merekah, Heenim mengangguk semangat, “Ng!” ucapnya.

-Heenim POV-

“Gomawo Oppa .. Aku senang sekali hari ini, ah, mungkin lebih tepat, kenyang sekali hahaha” tuturku saat diantar pulang oleh Siwon. “Kau ini ada ada saja, sebaiknya yang kenyang itu tidak usah di sebut .. ” katanya sambil tersenyum dan mengusap rambutku pelan. Aku hanya tersenyum simpul mendengar jawabannya. “Baiklah, sampai besok lagi .. Sudah malam .. ” kataku berusah mengakhiri percakapan, dan keluar dari mobil. Siwon hanya mengangguk pelan, sambil tersenyum dan melambaikan tangan, dia pun meninggalkanku dan mobilnya mulai berjalan perlahan. Aku masuk ke rumah, tanpa mengucapkan salam. Disini aku tinggal sendiri, hmm, tidak di bilang sendiri sih, hanya saja, entah dia nyata atau tidak .. Tapi ..

“Selamat datang Heechuuu~l! ” suara yang sudah tidak asing lagi bagiku menyapa dengan riang, aku masuk ke kamar dan melihat sosok boneka ‘digital’ yang menyebut dirinya S-M, yang ada didalam layar komputerku. Aku hanya tersenyum tipis mendengar sapaannya. “Bagaimana hari-mu ?” tanyanya lagi, “Seperti biasa, di kejar kejar waktu tampil .. ” jawabku cuek. “Mianhe heechul, kalau mau memperpanjang waktu urusannya panjang .. ” kata S-M. “Ya aku tau itu” kataku sambil merebahkan diri di kasur. “Kalau kau memang kerepotan, tinggal di Uninstall, aku sudah katakan itu berkali kali, semua ingatan tentang Heechul maupun Heenim akan terlupakan, tapi sudah bertahun tahun kau malah terlihat menikmatinya” ucap S-M. “Sudahlah, mungkin ini yang dikatakan terlambat, kalau semua di Uninstall, Siwon, Akan melupakan aku .. Aku tidak mau .. ” kataku sambil menutup mataku. S-M diam tak menjawab, dia hanya tersenyum kecut melihatku.

Yah, S-M maupun semua kalimat aneh tadi aku temukan beberapa tahun lalu, di sebuah website mimpi. Website aneh, yang katanya hanya muncul saat kau benar benar tidak menemukan jati diri. Aku sendiri saat itu hanya sedang browshing biasa, dan tiba tiba menemukan link aneh itu. Ku download dan ku install software-nya, maka jadilah aku yang lain. Sosok yang aku inginkan, Kim Heechul, yang tidak lain seorang bintang ternama. Namun perbedaan gender itu lah, yang mempertemukanku dengan Website mimpi. Aku selalu berfikir, untuk menjadi artis terkenal, tapi aku hanya seorang gadis kikuk, yang tidak menarik. Aku ingin jadi laki laki, dan menjadi terkenal. Meskipun hanya itu, tapi jelas itu sangat mustahil.

Akhirnya aku mulai tenggelam dalam lamunanku sendiri, dan perlahan lahan aku mulai hilang kesadaran, dan merasa lemas, mungkin ini disebut, tidur.

Sinar matahari menembus tirai kamarku, aku sedikit merenggangkan tubuhku di atas kasur, aku masih bisa santai, tapi itu sebelum aku melirik jam dinding di sampingku. “Aaakh!” teriakku memecahkan keheningan pagi ini. S-M hanya geleng geleng kepala melihat tingkahku. “Gawat gawat gawaat! Sudah jam 7! Bisa terlambat!” ocehku tak henti henti. Aku mengambil laptop putihku, dan menyalakannya. Lalu membuka sebuah folder yang di kunci, dan memasukan password-nya. Keluar sebuah new tab bertuliskan ‘Go to Network’. Aku mengklik tulisan itu, monitor laptop mulai bercahaya, cahaya itu semakin besar, dan menutupi pandanganku, saat cahaya itu mulai redup, aku sudah jadi Kim Heechul.

-Heechul POV-

“Aku berangkat S-M!” teriakku tanpa menunggu jawaban darinya. Aku berlari keluar dengan mengenakan jaket, dan topi supaya tak ada yang mengenaliku. Ya, aku adalah Kim Heechul, member dari Super Junior yang tampan dan sangat terkenal (narsis). “Ah! Aku lupa, aku harus segera berangkat, hari ini ada konser, sempat sempatnya aku bernarsis ria disini!” kataku sambil beberapa kali memukul kepala ku. Aku terus berlari, dan tidak terpikirkan untukku untuk menyetop taxi atau naik bus, karena sudah sangat terlambat. Bersyukurlah karena tempatnya tidak terlalu jauh. Aku sampai dengan nafas terengah engah, dan keringat bercucuran. “Kamu tidak apa apa hyung ?” tanya seorang laki laki yang sudah sangat ku kenal suaranya. “Tidak apa apa Sungmin, untung saja belum terlambat hehe” balasku. Sungmin menyerahkan handuk dan sebotol air padaku, aku menerimanya sambil tersenyum, “Arigatou” ucapku, dan memang hanya itu bahasa jepang yang bisa kuucapkan. Sungmin mengangguk dan berkata “Daijoubu ..” sambil tersenyum riang. Kemudian, aku pergi ke ruang ganti pribadiku yang sudah di siapkan, aku membuka kembali laptop ku, dan membaca tulisan di monitor, “Masih 7 jam lagi ..” gumamku, yah efek software itu memang hanya berlangsung 8 jam, dan aku membuang 1 jam itu untuk perjalanan kemari. “Heechul oppa, kau sudah selesai ?” tanya Siwon, aku sangat kaget mendengar suaranya, kalau sekarang aku Heenim, pasti sudah kupeluk dia. Tapi sayang, yang keluar dari bibirku hanya, “Ya ..”.

-Author POV-

Heechul menatap semua fans, senyum puas karena konser yang berhasil hari ini membuka senyum manisnya. Tapi sebahagia apa pun dia, dia tidak bisa membanggakan diri karena Heechul hanyalah sosok impian dari Heenim, dirinya sendiri.

 

Pesan dariku, untuk kau

Posted: August 15, 2010 in Uncategorized

Hei hei ..
Berhenti sampai di situ! Dia milikku karena sudah jadi kekasihku! Sangat aneh dan menjijikan melihat tingkahmu seperti itu! Dasar, kau ini cewek apaan sih ?! Sok manis! Sok Manja! Semua yang kau lakukan terlihat sok di mataku!

Apa ?! Sekarang kau mau mencari sosok diriku yang menjadi pacar idolamu itu ?! Saat kau tanyakan ‘Kau pacarnya O****-*** ya ?’ Akan langsung ku jawab, ‘Ya! Aku pacarnya! Kau tidak suka ?’ ..
Meski itu kalau aku punya keberanian untuk mengatakannya.
Haa, mengambil hape dan mengirimkan sebuah sms padanya saja aku malu. Hei, Aku pacarmu! Bolehkah aku diperlakukan seperti pacar ? Aku mau di manja, di kirimkan sms berisi kata kata sayang, dan .. dan .. aku tak mau melihat kau dengan gadis lain!

Suka suka suka! Cinta cinta cinta!
Aku suka kamu! Aku cinta kamu!
Aku mau bilang begitu! Tapi apakah kau akan mengatakan hal yang sama denganku ?
Apa kau berdebar saat mendapat kiriman berupa pesan, atau pun notif dariku ? Apa kau akan panas jika melihat orang lain mengirimkan kiriman mesra padaku ?
Itu yang aku rasakan!

Semua ocehan ku yang tak penting, dan tak berguna ..
Tapi bisa untuk mengatakan isi hatiku ..
aku harap kau sadar ini untuk siapa ..

-Ini pesan dariku, untuk kau-

Kamu percaya ?

Posted: July 2, 2010 in Anime, Misa

Drap, drap, drap! Bunyi langkah kakiku terdengar begitu keras menyusuri koridor kelas.  Kanra Aono, itu aku. Gadis kasar yang tidak pernah bersikap seperti perempuan. Aku tidak pernah memasak sendiri, mencuci sendiri, bahkan menyentuh barang perempuan. Ya, tidak pernah, di rumah aku adalah seorang nona muda pewaris tunggal kekayaan grup aono. Di rumahnya, Kanra selalu bersikap elegan. Sangat berbeda jauh, dengan sekarang!

“Aku akan terlambat!  Pamorku bisa turun nih!”, aku terus mengoceh tak karuan. Akhirnya aku sampai di depan ruang latihan klub kendo. Padahal aku sudah sering ke tempat ini, tapi kenapa kali ini terasa lama sekali ? aku membuka pintu ruangan dengan tergesa-gesa. “Aku terlambat tidak?!” teriakku di depan pintu. Semua orang menoleh ke arahku. Sambil sedikit tersipu aku memasuki ruangan. “Tidak, tepat waktu ..” jawab sebuah suara dari ujung ruangan. Aku tersenyum membalas jawaban orang itu. Dia Seiya Kaoru, teman sepermainanku yang manis. Kalau manis, belum tentu dia perempuan. Seiya itu laki laki yang mempunyai wajah seperti gadis, tapi dalamnya dia laki laki tulen kok! Aku bisa jamin, yang tidak bisa kujanjikan adalah aku sendiri. Mungkin aku gagal jadi perempuan. Meski begitu, kenapa aku tidak bisa sedih ya?

” Aono .. kita mulai latihannya ya .. kali ini, aku pasti dapat ippon lebih dulu darimu! ” kata Seiya dengan bangga. Aku hanya membalasnya dengan senyum yang sediki mengejek. “Kalau it-”,  ”Tidak mungkin kan Kaoru! Kau tidak mungkin menang dari Aono-senpai yang hampir di angkat menjadi kapten ‘kan!” kata kataku di potong oleh semua anggota klub kendo. Aku dijuluki rokkie klub kendo, meski aku perempuan, aku tidak pernah dibawa masuk ke klub kendo perempuan, ya, disinilah tempatku, tempat para manusia berotot, bukan di tempat para gadis pada unumnya. “Jaga omonganmu ya, kata siapa aku tidak bisa” tantang kaoru dengan bangga. “Heh, aku yang mengatakannya .. tidak suka ya ?” jawab yang lain. Aduh, disini hampir terjadi perkelahian, kalau begini terus .. “Hentikan kalian! Kalian semua sangat payah ya! disini tempat suci, kalau mau bertengkar di tempat lain saja!” tanpa sadar aku berteriak.”Aono-senpai, memang maskulin! keren dan gagah!”, ” tak kuanggap itu sebagai pujian” kata kata mereka membuatku sedikit sewot.

“Aono, kau melindungiku ‘kan ? supaya mereka tidak memukuliku ?!” kata Kaoru. “Apa maksudmu ? ini bukan komik .. jangan pernah memikirkan pemikiran seperti itu” kataku dengan dingin. “Memangnya siapa yang akan percaya komik ?!” suara kaoru mulai terdengar kencang. Aku dengan santai menunjuk isi tas Kaoru, komik komik shoujo yang menumpuk. “Siapa yang berdebar jika membaca komik seperti itu ?” kataku dengan nada sedikit mengejek, sebelum aku melanjutkan kata kataku, mata Kaoru terlihat sedikit sembab. “Baik baik, aku mengalah, ayo kita latihan lagi” kataku cuek sambil menepuk kepala kaoru. Hei, sepertinya peranku dan kaoru terbalik, kalau di komik komik perempuan biasanya begini ‘kan ? sudahlah, aku membenarkan kata kata kaoru, Siapa yang percaya ? aku hanya melanjutkan latihanku dengan Kaoru tanpa memikirkan ulang kata kata itu.

*****

“Hoaaam” kaoru membuka mulutnya lebar-lebar. “Apa apaan itu ? menjijikan sekali ..” ocehku pada kaoru. “Aku ngantuk nih .. haah, sepertinya rumah semakin menjauh, Aono, kau tidak di jemput pelayanmu ?” tanya Kaoru padaku. Yang tahu rahasiaku hanya Kaoru sahabat dekatku. “Malas ah ..” kataku cuek. Brakk! Sebuah suara keras mengagetkan kami berdua. Aku hanya mendengus kesal, pasti yankee lagi yang akan menggodaku dan Kaoru.  Kaoru terlihat gelisah di sebelahku. Aku mulai memasang kuda kudaku. “Haloo, para gadis manis. Tidak baik lho hanya berjalan berdua seperti ini ..” Ucap yankee itu. Mereka dua orang bertubuh besar yang benar saja akan menggoda kami.  ”Ga-gadis ?! Aku lak-” sebelum Kaoru menyelesaikan ucapannya tiba tiba dagunya di sentuh oleh salah satu yankee. Kaoru kaget, aku segera menggegam tangan yankee berbaju hijau itu. “Jaga tanganmu paman ..” kataku dingin. Yankee itu terlihat tidak senang dengan sikapku. Aku tetap cuek, dan stay cool. “Dasar! perempuan saja sombong!” kata yankee itu sambil menantangku. “Jadi, cuma laki laki saja yang boleh sombong ?” kataku sambil tersenyum sinis.

Si yankee melayangkan tinjunya padaku, Kaoru sempat berteriak, tapi dengan santai aku menunduk dan menendang tulang kering yankee itu, sambil berdiri tegak kembali aku meremas kerah yankee itu. Aku menunjuk wajahnya dengan sikap arogan. “Kau-”, “Gyaaa!! A-a-aono!”, yankee yang lain menarik lengan Kaoru, aku kaget tapi kalau yankee yang ini dilepaskan, mungkin aku yang akan kena. Disaat aku tengah bingung. Datang seorang pemuda yang kelihatannya seumuran denganku. “Jaga kelakuanmu paman” kata pemuda itu sambil menendang yankee yang mau memukul Kaoru. Aku hanya kaget dan berfikir, ‘itu kata kata ku tadi ‘kan!’. Akhirnya dia memukul dua yankee itu dan meneriakinya. “Pergi sekarang atau kujadikan mata kalian bola bekel!” teriaknya, aku hanya tersenyum jijik, ‘bola bekel ? apa tidak ada yang lain, yang lebih keren ?’ batinku. Kemudian dia membantu Kaoru yang tengah terkapar, berdiri. Kemudian dia menatapku lekat dan berkata, “Kau tidak terluka ?” katanya dengan sikap yang sangat maskulin, mungkin lebih maskulin dari aku. Aku hanya menggaruk kepala dan tersenyum salah tingkah, “Tidak sama sekali, Terima kasih ..” kataku sedikit canggung, Laki laki itu tersenyum kecil da menepuk kepalaku. “Lain kali hati hati ya, pulanglah, ini sudah sore ..” katanya sambil tersenyum. Kaoru masih terisak kecil disana, padahal dia cowok.

Akhirnya pemuda itu pergi, aku merasa menyayangkannya, kemudian aku berteriak sambil sedikit menahan pemuda itu. “Siapa namamu ?” kataku dengan wajah merah. “Kyo, Kyo Souichiro!” katanya setengah berteriak. Aku masih terpaku menatap punggungnya. Dengan senyum manis aku menyebut ulang namanya. “Kyo .. Shouchiro”, Kaoru merinding mendengar kata kataku. “A-a-aono .. Kamu kenapa ?” katanya merinding. “Kaoru .. sepertinya .. aku .. jatuh cinta” jawabku dengan pipi tersipu merah. Ptar! sepertinya ada bunyi petir, Kaoru tentu saja kaget mendengar kalimatku. “U-u-Uapuaaaa ?!!” teriaknya nyaring. Aku hanya melirik jijik ke arahnya, “Kamu ngomong apa sih ?” kataku datar. “Aono! Aono! Akhirnya kamu lulus jadi perempuan!!” teriaknya, kedengarannya dia senang. “Tidak sopan, aku tidak kena dia .. mungkin kisahku cuma sampai di sini. ” kataku cuek. Kaoru terlihat tidak suka dengan jawabanku. “Apa itu! Kamu harus mengejar dia! Siapa tahu dia akan pindah ke sekolah kita, dan dia akan mengenalimu untuk pertama kali ‘kan!” ucapnya panjang lebar, aku hanya menanggapi dingin. “Itu kan  cuma ada di komik perempuan ..” kataku sambil lanjut berjalan. Kaoru mengejarku dengan tergesa-gesa “Tidak juga! hei dengarkan aku dulu!” katanya. “Sudah kubilang, yang percaya dengan komik perempuan itu cuma kau ..” kataku cuek sambil terus berjalan. “Belum tentu! Hei, aono! Kau dengar aku tidak ?”. Aku hanya membuang nafas panjang sambil terus berjalan pulang.

*****

Seperti membenarkan kalimat Kaoru, aku merasa jarak rumahku semakin jauh! Meski sudah sampai, kakiku seperti mau patah. Sambil berjalan tegap dengan dagu yang sedikit di angkat, aku membuka pintu rumah. “Selamat datang nona muda …” para pelayanku menyambutku dengan senyum seperti biasa. Aku menyerahkan tasku pada salah satu pelayan, pelayan yang lain melepaskan kemejaku, lalu ada yang menyiapkan kursi, untuk aku duduk, dan membuka sepatuku. Aku hanya manyambut datar perlakuan mereka. Satu lagi pelayanku memegang buku kecil dan pensil, dan berkata, “Makan malam hari ini, Milk Rizotto, dengan tiga jenis jamur dan Pot-au-feu dari daging sapi dan wine”. “Bagus, siapkan makan malam lebih cepat kali ini. Aku mau tidur lebih cepat. Ah, kau siapkan juga lilin aroma terapi, dan tolak semua undangan acara untuk malam ini” kataku panjang lebar. Dan pelayan itu mengatakan kalimat yang sudah sering sekali ku dengar, “Sesuai perintah anda”.

Setelah makan malam, aku di antar ke tempat tidurku, dan mematikan lampu tidur saat aku sudah benar benar tidur. Tapi sebenarnya, aku sering berpura-pura tidur padahal aku belum terlelap sama sekali. Beginilah kehidupanku di rumah. Sungguh seperti cerita komik. Bahkan aku sering tertawa sendiri kalau mengingat ini. Ah, lebih baik sekarang aku tidur. Karena besok aku piket di klubku. Padahal hari ini aku juga piket. Hah, aku ingin cepat cepat jadi ketua klub nih. Mudah mudahan aku dapat bermimpi menjadi gadis biasa malam ini.

*****

Aku menteng tasku di atas bahu. Dengan sikap arogan, aku berjalan santai menuju kelas. Beberapa orang yang melihatku tersenyum, dan beberapa diantaranya berjalan menghindar. Aku hanya cuek dan terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Aku sampai di depan kelas. “Pagi” ucapku datar. Aku melihat sekeliling kelas, karena masih pagi, baru sedikit yang datang. Tapi yang sudah kuduga sejak awal adalah, kaoru pasti belum datang dan mas- “Aonooo!!” tiba tiba aku di sentakan oleh teriakan nyaring, suara yang sudah ku kenal sejak lama, dia .. “Kaoru ?! kau datang pagi sekali!” ucapku sambil sedikit menunjukan rasa bangga. “Kau sendiri juga datang pagi!” jawabnya dengan senyum lebar. “Bagus, bagus .. mulai besok begini terus ya ..” ucapku sambil tersenyum juga.

Aku berjalan diiringi ocehan kaoru yang tidak berhenti dari tadi. Aku tidak terlalu menghiraukannya. Aku meletakan tasku di bangku dan duduk santai di situ. Kaoru ikut-ikutan duduk di depanku. “Bagaimana kabar pemuda yang kemarin ya ?” ucap kaoru sambil sedikit melirikku. Aku balik meliriknya dengan sinis, “jangan tanya aku ..” kataku sambil membuang muka kembali. Yang aku heran, Kaoru tidak pernah sedikit pun menegurku kalau aku bersikap begini. “Kok gitu ? kau harus mengejarnya terus! kalau hanya begini, mudahkan nona Aono ? sang pewaris tunggal grup Aono. Tapi, kenapa bukan kakakmu saja yang jadi pewaris ya ?” tanya Kaoru. “Bodoh, jangan bicara keras seperti ini di tempat umum! Lagi pula .. mana mungkin Grup Aono memberikan perusahaannya pada gadis yang setiap hari kerjanya menggunting-gunting uang .. sudah aku katakan berkali kali kan ..” jawabku santai. Kaoru hanya sedikit terangguk, dan sepertinya kehabisan bahan untuk dibicarakan. Kriing! bel telah berbunyi di sambut senyum manis kaoru, yang sepertinya tertolong dengan hal ini.

Pintu kelas diketuk pelan, sambil memapah dagu aku memalingkan sedikit pandanganku, pemandangan ini telah kulihat berjuta kali.   “Selamat pagi ..” kata orang yang memasuki kelas. “Selamat pagi Pak Guru” jawab teman teman sekelas. “Yak, hari ini kita kedatangan murid baru ..” dan tentu saja kalimat itu mendatangkan riuh teman teman, “Nah, kau bisa masuk sekarang ..” kata pak guru. Pintu kelas dibuka perlahan, entah kenapa, suasana kelas perlahan sepi, dan sedikit mencekam. “Yo ..” sapa orang yang masuk ke kelas. Kyaaa!! sambut anak anak perempuan, dan .. ehm .. termasuk aku .. Kenapa ?

“Aku, kyo shouchiro .. Salam kenal ..” kata cowok ni dengan gaya cool. Perempuan perempuan dikelasku tercengang. Pak guru mengambil alih kesunyian suara, dengan mengatakan, “Kau bisa duduk di sebelah, Kanra Aono ..”. Glek! aku menelan ludahku, dan menunggu kyo yang berjalan ke arahku dengan keringat dingin. “Kanra Aono ?” tanyanya, setelah berhasil menemukan tempat duduknya, “Hem ? ya, silahkan duduk” katakku berusaha bersikap datar. Aku melihat kyo tersenyum kecil, dan meletakan tasnya di bangkunya. Pak guru sudah mulai memberikan materi, tapi seisi kelas masih membicarakan kyo. Ya, kyo terlihat keren dan tampan, beberapa diataranya, ada yang cemburu denganku karena kebetulan duduk di sebelahnya. Dan, Hei ?! Bisakah kau bayangkan ini ?! Aku seperti masuk ke dunia komik shoujo! Jutaan kali Kaoru menceritakkan bagian ini padaku. Ukh, kupikir hidupku cukup konyol. Lamunanku dipecahkan sesosok laki laki tampan yang memanggilku pelan, “Aono, bisa kupinjam buku pelajaran ?”, aku menatap kyo sekejap, dan kalau dipikir-pikir lagi, dia mirip tokoh tokoh cowok keren di komik shoujo. “Aono ?” ucap kyo lagi. Aduh! sepertinya aku terlalu lama menatapnya, dengan cuek aku berkata, “tentu saja” sambil, memberikan bukuku.

*****

Misamisa moe!

Posted: July 1, 2010 in Anime, Misa
Tags: , ,

Moe moe Miss!

Belum pernah dengar dengar kalimat itu ? sudah pasti, yang mengucapkan hal seperti itu cuma Misa. Misa itu, suka Anime, suka warna Pink, suka masalah, dan maniak cowok! M-maniak cowok ? tenang, Misa cuma suka sama karakter keren di Manga atau pun Anime .. Jangan merinding gitu dong!

Misa itu nama panggilan manis untuk misa, sebenarnya nama Misa, Misaki .. Mau panggil Misaki ? siapa yang larang! Silahkan, Misa mau dipanggil apa aja kok .. Ya, nama misa terdengar lebih feminin dari Misaki. Teman teman misa bilang kalau Misa itu Tsundere, Tapi misa gak ngerasa begitu kok .. Misa cuma suka mengingatkan orang yang salah dengan cara yang agak berbahaya. Jadi lebih cepat mengerti kan .. Misa sudah bilang, Misa suka masalah .. Tapi bukan suka cari masalah .. beda ya! Banyak orang membenci masalah .. Masalah mereka, selalu di hadapi dengan serius dan wajah merengut. Kalau Misa seperti apa ? Misa cuma menghadapi semua masalah dengan senyum dan menyenangkan, karena pada dasarnya, Masalah itu menyenangkan lho ..

Misa melakukan semua masalah dengan prinsip, yaitu ‘Ini demi dan dibayar’, karena misa cuma mau melakukan sesuatu yang di bayar. Misalnya begini, misa di suruh guru mengumpulkan semua data kelas, aduh! malasnya, bagi kebanyakan orang ini suatu masalah .. Tapi misa berfikir, “ini demi Ciel phantomhive! aku menyukainya! Jadi kalau aku mengerjakan ini, aku akan mendapat bayaran yang setimpal!”, meski tidak sekarang tapi suatu saat pasti ada bayarannya. Dan …. Misa dipilih menjadi ketua fans club Ciel phantomhive yang cukup besar! astaga .. di situ, misa serasa bermimpi .. Begitulah, bukankah itu bayaran yang setimpal ? Eh, ini jujur lho! meskipun fans club itu ada di fb .. hehehe .. :3


Misa soundtrack