Heechul in Network [Part 1]
-Author POV-
Dengan cepat Heechul meninggalkan panggung dengan terburu buru (seperti biasa). Karena member lain masih sibuk melambai-lambaikan tangannya kepada para fans, tak ada yang terlalu menyadari kepergiannya. Setelah itu ia menyelinap masuk ke ruang ganti pribadinya, dia memang sengaja meminta ruang ganti pribadi (dengan sedikit memaksa). Dia membuka sebuah laptop berwarna putih dengan layar yang bercahaya. Di monitornya terlihat tulisan yang berkedap-kedip, yang tertulis ‘OVER LOAD’. Dengan agak panik, dia meng-close tulisan itu. Beberapa saat kemudian, cahaya dari laptop itu membesar memenuhi ruangan. Saat cahaya itu mulai hilang sedikit demi sedikit, sosok Heechul berubah menjadi seorang cewek cantik, dan manis. Cewek itu menyebut dirinya Heenim, dan tak ada satu pun member Super Junior yang mengetahui identitasnya. Heenim hanya menyebut dirinya teman dekat Heechul, dan mengatakan hal seadanya jika ditanyai kabar Heechul. Heenim sendiri tidak lain pacar dari Siwon. Sampai saat ini, Heenim selalu memiliki beribu alasan jika diminta Siwon menonton konsernya. Meskipun kecewa, Siwon menerima semua alasan Heenim. Dan pada dasarnya saat itu, mereka sedang berdiri di panggung yang sama, namun sebagai Heechul. Kemudian, Heenim menutup kembali laptopnya, lalu duduk di pinggiran meja, sampai pintu ruangan itu di ketok seseorang. Heenim cukup terkejut dengan itu, namun teriakan orang itu mencairkan suasana hatinya yang sedang tegang, “Chuliee~ kau di dalam ?” teriak orang itu. “Ng, a-anu .. Heechul oppa, sudah keluar tadi, ke- kemana tadi dia bilang ya ?” kata Heenim berusaha bersikap biasa. “Ah, oh .. Heenim-ah kau di dalam ? Aku Eunhyuk”, jawab orang itu, “Iya, aku tau, tunggu sebentar oppa, aku akan keluar”. Heenim memasukan laptopnya ke dalam tas, dan dia sedikit merapihkan pakaian dan dandanannya. Dia memutar knop pintu, dan melihat sosok manis Eunhyuk. Dengan senyum nakal Eunhyuk menyapa Heenim, dan sedikit menyenggol lengannya sebagai salam, “Yo, Heenim-ah, kau ditunggu Siwon noh, cepat temui dia”. Heenim tersenyum mendengar kalimat Eunhyuk, dia segera berlari kecil ke tempat Siwon, sambil berteriak “Gomawo Oppa!”, Eunhyuk hanya balas melambai sambil tersenyum.
Heenim mencari sosok Siwon di tempat yang tadi di tunjuk Eunhyuk, dia celingak celinguk mencari Siwon. Tapi tanpa di sadarinya, ada lelaki mengikutinya sambil mengendap-endap mencurigakan. Heenim mulai gondok mencari Siwon, dan berdiri diam sambil bertolak pinggang dengan mata yang tetap awas. Namun, lelaki tadi tetap luput dari pandangannya, hingga akhirnya dia mendekap lembut Heenim dari belakang. “Yeoja-ku~” sapanya mesra. Heenim terkejut dan merasa merinding, dia berusaha membalikan badan, tapi dekapan orang itu terasa lebih kuat. Dengan tampang pasrah dan sedikit malu malu, Heenim memanggil lelaki itu dengan nada manja, “Siwon oppa ..”. Siwon mengernyitkan alis dengan panggilan standar Heenim, “Ulangi lagi, kalau tidak aku tak mau melepaskan pelukanku ..” kata Siwon iseng sambil tersenyum. Heenim yang merasa sedang jadi pusat perhatian atas posenya dengan Siwon, mulai membuka bibir tipisnya perlahan, “a-aa .. Anu .. N-na-namja-ku ..”, Siwon membuka senyum manisnya, dan bukannya melepas pelukannya, malah menambahnya menjadi semakin erat, “Saranghaeyo, Yeoja-ku ..” ucap Siwon.
Heenim spontan kaget, “Hahaha, ha ?” tawanya garing. Siwon hanya tersenyum lembut melihat tingkah Heenim yang kikuk seperti biasa. “Mau makan siang ?” ajak Siwon sambil perlahan melepas pelukannya. Dengan polos dan senyum manis yang merekah, Heenim mengangguk semangat, “Ng!” ucapnya.
-Heenim POV-
“Gomawo Oppa .. Aku senang sekali hari ini, ah, mungkin lebih tepat, kenyang sekali hahaha” tuturku saat diantar pulang oleh Siwon. “Kau ini ada ada saja, sebaiknya yang kenyang itu tidak usah di sebut .. ” katanya sambil tersenyum dan mengusap rambutku pelan. Aku hanya tersenyum simpul mendengar jawabannya. “Baiklah, sampai besok lagi .. Sudah malam .. ” kataku berusah mengakhiri percakapan, dan keluar dari mobil. Siwon hanya mengangguk pelan, sambil tersenyum dan melambaikan tangan, dia pun meninggalkanku dan mobilnya mulai berjalan perlahan. Aku masuk ke rumah, tanpa mengucapkan salam. Disini aku tinggal sendiri, hmm, tidak di bilang sendiri sih, hanya saja, entah dia nyata atau tidak .. Tapi ..
“Selamat datang Heechuuu~l! ” suara yang sudah tidak asing lagi bagiku menyapa dengan riang, aku masuk ke kamar dan melihat sosok boneka ‘digital’ yang menyebut dirinya S-M, yang ada didalam layar komputerku. Aku hanya tersenyum tipis mendengar sapaannya. “Bagaimana hari-mu ?” tanyanya lagi, “Seperti biasa, di kejar kejar waktu tampil .. ” jawabku cuek. “Mianhe heechul, kalau mau memperpanjang waktu urusannya panjang .. ” kata S-M. “Ya aku tau itu” kataku sambil merebahkan diri di kasur. “Kalau kau memang kerepotan, tinggal di Uninstall, aku sudah katakan itu berkali kali, semua ingatan tentang Heechul maupun Heenim akan terlupakan, tapi sudah bertahun tahun kau malah terlihat menikmatinya” ucap S-M. “Sudahlah, mungkin ini yang dikatakan terlambat, kalau semua di Uninstall, Siwon, Akan melupakan aku .. Aku tidak mau .. ” kataku sambil menutup mataku. S-M diam tak menjawab, dia hanya tersenyum kecut melihatku.
Yah, S-M maupun semua kalimat aneh tadi aku temukan beberapa tahun lalu, di sebuah website mimpi. Website aneh, yang katanya hanya muncul saat kau benar benar tidak menemukan jati diri. Aku sendiri saat itu hanya sedang browshing biasa, dan tiba tiba menemukan link aneh itu. Ku download dan ku install software-nya, maka jadilah aku yang lain. Sosok yang aku inginkan, Kim Heechul, yang tidak lain seorang bintang ternama. Namun perbedaan gender itu lah, yang mempertemukanku dengan Website mimpi. Aku selalu berfikir, untuk menjadi artis terkenal, tapi aku hanya seorang gadis kikuk, yang tidak menarik. Aku ingin jadi laki laki, dan menjadi terkenal. Meskipun hanya itu, tapi jelas itu sangat mustahil.
Akhirnya aku mulai tenggelam dalam lamunanku sendiri, dan perlahan lahan aku mulai hilang kesadaran, dan merasa lemas, mungkin ini disebut, tidur.
Sinar matahari menembus tirai kamarku, aku sedikit merenggangkan tubuhku di atas kasur, aku masih bisa santai, tapi itu sebelum aku melirik jam dinding di sampingku. “Aaakh!” teriakku memecahkan keheningan pagi ini. S-M hanya geleng geleng kepala melihat tingkahku. “Gawat gawat gawaat! Sudah jam 7! Bisa terlambat!” ocehku tak henti henti. Aku mengambil laptop putihku, dan menyalakannya. Lalu membuka sebuah folder yang di kunci, dan memasukan password-nya. Keluar sebuah new tab bertuliskan ‘Go to Network’. Aku mengklik tulisan itu, monitor laptop mulai bercahaya, cahaya itu semakin besar, dan menutupi pandanganku, saat cahaya itu mulai redup, aku sudah jadi Kim Heechul.
-Heechul POV-
“Aku berangkat S-M!” teriakku tanpa menunggu jawaban darinya. Aku berlari keluar dengan mengenakan jaket, dan topi supaya tak ada yang mengenaliku. Ya, aku adalah Kim Heechul, member dari Super Junior yang tampan dan sangat terkenal (narsis). “Ah! Aku lupa, aku harus segera berangkat, hari ini ada konser, sempat sempatnya aku bernarsis ria disini!” kataku sambil beberapa kali memukul kepala ku. Aku terus berlari, dan tidak terpikirkan untukku untuk menyetop taxi atau naik bus, karena sudah sangat terlambat. Bersyukurlah karena tempatnya tidak terlalu jauh. Aku sampai dengan nafas terengah engah, dan keringat bercucuran. “Kamu tidak apa apa hyung ?” tanya seorang laki laki yang sudah sangat ku kenal suaranya. “Tidak apa apa Sungmin, untung saja belum terlambat hehe” balasku. Sungmin menyerahkan handuk dan sebotol air padaku, aku menerimanya sambil tersenyum, “Arigatou” ucapku, dan memang hanya itu bahasa jepang yang bisa kuucapkan. Sungmin mengangguk dan berkata “Daijoubu ..” sambil tersenyum riang. Kemudian, aku pergi ke ruang ganti pribadiku yang sudah di siapkan, aku membuka kembali laptop ku, dan membaca tulisan di monitor, “Masih 7 jam lagi ..” gumamku, yah efek software itu memang hanya berlangsung 8 jam, dan aku membuang 1 jam itu untuk perjalanan kemari. “Heechul oppa, kau sudah selesai ?” tanya Siwon, aku sangat kaget mendengar suaranya, kalau sekarang aku Heenim, pasti sudah kupeluk dia. Tapi sayang, yang keluar dari bibirku hanya, “Ya ..”.
-Author POV-
Heechul menatap semua fans, senyum puas karena konser yang berhasil hari ini membuka senyum manisnya. Tapi sebahagia apa pun dia, dia tidak bisa membanggakan diri karena Heechul hanyalah sosok impian dari Heenim, dirinya sendiri.




